<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://gpkalteng.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gpkalteng.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Apr 2009 06:04:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gpkalteng.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://gpkalteng.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gpkalteng.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gpkalteng.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PERMAINAN CANTIK OLEH PELAKU POLITIK &amp; PROSEDUR KOTOR</title>
		<link>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/04/27/permainan-cantik-oleh-pelaku-politik-prosedur-kotor/</link>
		<comments>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/04/27/permainan-cantik-oleh-pelaku-politik-prosedur-kotor/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 06:04:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gpkalteng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gpkalteng.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Dalam era globalisasi sekarang kita perlu pemikiran – pemikiran kritis yang mampu mengekang kejahatan maupun kebejatan serta kebusukan perilaku seseorang. Anda tentunya seringkali bertanya kenapa negara kita tidak pernah bisa jadi negara maju ? Atau kenapa semua hal yang berhubungan dengan interaksi atau urusan kita harus merakai duit ? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini tidak semua orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gpkalteng.wordpress.com&amp;blog=6975570&amp;post=41&amp;subd=gpkalteng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span lang="IN">Dalam era globalisasi sekarang kita perlu pemikiran – pemikiran kritis yang mampu mengekang kejahatan maupun kebejatan serta kebusukan perilaku seseorang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Anda tentunya seringkali bertanya kenapa negara kita tidak pernah bisa jadi negara maju ? Atau kenapa semua hal yang berhubungan dengan interaksi atau urusan kita harus merakai duit ?</span></p>
<p style="text-indent:.25in;"><span lang="IN">Pertanyaan-pertanyaan seperti ini tidak semua orang bisa menjawabnya dengan cerdas, namun sebagian orang yang berpikir Ideologis menjawab dengan logika berfikir pragmatik. Coba kita sekilas mereplay dari berbagai kejadian penangkapan ketua tim jaksa kasus BLBI Urip Tri Gunawan mengundang kekecewaan dan keprihatinan seluruh kalangan,terutama rakyat. penangkapan atas dugaan kasus suap yang menjerat Jaksa Urip atas pemberian uang sebesar USD660 ribu atau senilai lebih dari Rp6 miliar oleh Artalyta Suryani di rumah tokoh yang terkait kasus BLBI, Sjamsul Nursalim, di kawasan Simprug,Jakarta Selatan. </span><span lang="EN-GB">Terbongkarnya kasus korupsi Al Amin Nur Nasution.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p style="text-indent:.25in;"><span lang="EN-GB">Belum lagi kasus aliran dana suap BI. Selama ini, tak ada orang yang divonis bebas ketika duduk sebagai terdakwa sejak didirikan. Lihat saja kasus Mulyana Kusumah, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) 2004. Atau Nazaruddin Sjamsuddin, bos Mulyana di KPU. Mereka semuanya divonis bersalah. Pengadilan Korupsi dianggap pengadilan yang mampu menghukum koruptor.</span></p>
<p style="text-indent:.25in;"><span lang="EN-GB">Lho ? Kenapa kasus korupsi yang kita bahas apa hubungannya dengan Negara yang tidak maju- maju dan urusan yang semua harus pakai duit ?</span></p>
<p style="text-indent:.25in;"><span lang="EN-GB">Tentunya </span><span lang="IN">anda</span><span lang="EN-GB"> coba fikir berapa dana yang habis untuk membayar para koruptur supaya mereka bias berlenggang dalam tahanan rumah atau tahanan kota, terus bagaimana uang yang sudah mereka korupsi, lalu bagaimana dengan nilai moral yang mereka tanamkan pada generasi muda, atau anak-anak mereka.</span></p>
<p style="text-indent:.25in;"><span lang="EN-GB">Semuanya akan jadi pertanyaan saja kalau kita tidak menjawabnya, apalagi kita hanya duduk diam. Lalu kita melihat Negara dari kata demokrasi ? Berkaca dari fakta setiap berurusan di kantor apa saja pasti mintanya duit, alih-alih supaya urusan lancar, apa tidak kolusi namanya ? Padahal tanya saja ada tidak aturan yang menyebutkan setiap urusan di kantor atau instansi harus pakai duit ?</span></p>
<p style="text-indent:.25in;"><span lang="EN-GB">Kenapa saya berani mengatakan kolusi, karena tidak ada aturan baku tadi dan hal ini juga mengarah pada korupsi. Emang mau, bapak atau ibu kamu yang pejabat di kantor atau instansi itu saya penjarakan. Ini bicara aturan lho ? Undang- Undang Tidak Pidana Korupsi berlaku di Negara ini.</span></p>
<p style="text-indent:.25in;"><span lang="EN-GB">Ada</span><span lang="EN-GB"> juga alasan kolusi yang tidak masuk di perut, kalo saya tidak memberi saya tidak lulus kata mahasiswa bodoh di suatu perguruan tinggi bobrok. Pejabat perguruan tingginya beralasan lagi kalau tidak di kasih mana mau saya terima uangnya.</span></p>
<p style="text-indent:.25in;"><span lang="EN-GB">Kedua orang bodoh tadi sama-sama punya alasan<span> </span>yang bodoh, coba saja kalau si Pejabat Perguruan Tinggi Bobrok tadi tidak menerima uangnya, mana mungkin setiap mahasiswa yang beralasan seperti itu berani memberi duit, yang jelas pasti saja si Mahasiswa bodoh malu sendiri atas kebodohannya.</span></p>
<p style="text-indent:.25in;"><span lang="EN-GB">Ayo mahasiswa jangan </span><strong><span style="font-size:16pt;" lang="EN-GB">bodoh, </span></strong><span lang="EN-GB">kalian adalah generasi yang bakal duduk menggantikan orang-orang tua yang bejat itu </span><span style="font-size:24pt;" lang="EN-GB">!</span><span lang="EN-GB"> Jadi jangan mau memberi uang dengan alasan urusan kamu bakal lancar, bukan itu patokannya tapi inteletualitas kita. </span></p>
<p style="text-indent:.25in;"><span lang="EN-GB">Apalagi masalahnya, Nepotisme sudah bukan barang baru serta bukan pula makanan enak. Yang ada malah membuat korupsi<span> </span>semakin terencana, coba fikir satu keluarga dalam satu instansi. Ayahnya Presiden, anaknya menteri, lalu cucunya pejabat Negara. Apa tidak enak korupsinya, makan uang pasti buncit perutnya. Kalau ditanya kualitas intelektualitasnya nol besar, alasannya kasihan anak saya, mumpung saya pejabat ya anak dulu lah yang di kasih pekerjaan.</span></p>
<p><strong><span lang="EN-GB">PERTANYAAN &amp; JAWABANNYA ?</span></strong></p>
<p style="text-indent:.25in;"><span lang="EN-GB">Nah, sekarang kita fikir kalau semua fakta-fakta logis di atas tidak diubah sedari sekarang maka yang terjadi utang Negara semakin banyak, penjahat dan pelaku kriminalitas makin menumpuk dalam penjara.</span></p>
<p style="text-indent:.25in;"><span lang="EN-GB">Jawabannya Cuma karena kita malas menggunakan otak untuk berfikir selalu ingin yang instant, padahal Negara-negara Asing sudah memetakan kekayaan alam kita serta mau menjadikan kita miskin dan semakin terpuruk.</span></p>
<p style="text-indent:.25in;"><span lang="EN-GB">Apa kamu pernah bertanya kenapa orang tua kamu kaya, lalu kenapa orang yang jualan di pinggir jalan itu miskin ? Semua tidak lain karena kamu tidak perduli pada mereka, kamu bisa sekolah bahkan kuliah, sementara mereka jangankan sekolah untuk makan saja harus keliling kota dan desa harus awas saat para polisi satpol PP merazia mereka yang berjualan itu.</span></p>
<p style="text-indent:.25in;"><span lang="EN-GB">Kamu bisa pamer uang hasil korupsi Orang tuamu, bisa gonta-ganti kendaraan untuk berangkat ke kampus, beli pakaian dan perhiasan setiap yang kamu suka. Sementara mereka yang miskin cuma pakaian yang lekat di badan belum kalau hujan harus basah karena atap rumahnya bocor. </span></p>
<p style="text-indent:9pt;"><span lang="EN-GB"><span> </span>Jawaban ada pada kita Mahasiswa sebagai agen perubahan berfikir kritis, Ideologis, kualitas tinggi, percaya diri, serta mental spiritual yang luar biasa. </span></p>
<p style="text-indent:.25in;"><span lang="EN-GB">Mulai sekarang jangan pernah jadi bebek, duduk diam, dan terpaku pada keadaan yang rusak ini.Munculkan kualitas kamu, katakan ketika<span> </span>gelar sarjana adalah layak untuk kamu sandang.</span></p>
<p><strong><span lang="EN-GB">Pandangan Ideologis</span></strong></p>
<p style="margin-left:.25in;"><span lang="EN-GB">Islam mampu mejawab semua masalah karena Islam is The Best Solution, salah satu contoh<span> </span></span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span><img src="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.png" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Kepemimpinan atau jabatan apapun merupakan amanat </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span><img src="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.png" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Jabatan bukanlah untuk mencapai kepentingan pribadi, atau memperkaya diri dan keluarga </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span><img src="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.png" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Jabatan bukan pula jenis pekerjaan untuk mendatangkan keuntungan bagi pemegangnya </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span><img src="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.png" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Kepemimpinan apapun akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT kelak </span></p>
<p style="text-indent:.25in;"><strong><span dir="rtl" lang="AR-SA">الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَءَاتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا </span></strong><strong></strong></p>
<p style="text-indent:.25in;"><strong><span dir="rtl" lang="AR-SA">بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ</span></strong><span> </span></p>
<p><em><span lang="NL">(Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma`ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan</span></em><strong><span lang="NL"> </span></strong><span lang="NL"><span> </span>(TQS. Al-Hajj[22]:41).</span><span> </span></p>
<p><span lang="IN">Diriwayatkan dari Rasullulah SAW Bahwa beliau SAW. Bersabda :</span></p>
<p><span lang="IN">Kehancuran orang-orang sebelum kalian (diakibatkan) karena jika pembesar-pembesar mereka mencuri, mereka biarkan. Namun, jika orang yang lemah yang mencuri, mereka memotong tangannya.</span></p>
<p style="text-indent:.25in;"><span lang="EN-GB">Hadist di atas nyata bahwa saat ini korupsi, kolusi, nepotisme, dibiarkan tapi kalau rakyat miskin malah di hokum seberat-beratnya. Mana keadilan hokum kapitalisme ?</span></p>
<p style="text-indent:.25in;"><span lang="EN-GB">Hanya Islam yang mampu menjawab permasalahan ini, dan hanya syariahlah tuntunannya dan Khilafahlah jalannya. Allahu Akbar.</span></p>
<p style="text-indent:.25in;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="EN-GB">OLEH : <strong>AHMAD SYARIF</strong></span></p>
<p style="text-indent:7.1pt;margin:0 0 .0001pt 1in;"><span lang="EN-GB">Mahasiswa Fakultas Hukum Unpar</span></p>
<p style="text-indent:7.1pt;margin:0 0 .0001pt 1in;"><span lang="EN-GB">Aktivis Muda &amp; Pejuang Islam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Tanggapan dan Respon dari tulisan ini saya tunggu di nomor (085249198371) Telpn / sms.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gpkalteng.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gpkalteng.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gpkalteng.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gpkalteng.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gpkalteng.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gpkalteng.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gpkalteng.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gpkalteng.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gpkalteng.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gpkalteng.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gpkalteng.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gpkalteng.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gpkalteng.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gpkalteng.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gpkalteng.wordpress.com&amp;blog=6975570&amp;post=41&amp;subd=gpkalteng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/04/27/permainan-cantik-oleh-pelaku-politik-prosedur-kotor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89b56e2849d20b251e672489b2d961cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gpkalteng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ALHAMDULLILAH GENK STAR BERAKSI LAGI</title>
		<link>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/04/27/alhamdullilah/</link>
		<comments>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/04/27/alhamdullilah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 05:55:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gpkalteng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisis Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gpkalteng.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini muncul istilah baru””GENK PEREMPUAN” dikalangan pelajar marak diperbincangkan orang dikalangan lingkungan pendidikan dan media massa lokal dan nasional. Kenapa pelajar melakukan hal yang seperti itu?? .. &#38; ada apa dengan pendidikan kita??.. Kebanyakan yang terjadi di dunia pendidikan indonesia terdapat persoalan yang terdapat langsung diantaranya, pertama soal beban pelajaran,kedua masalah moralitas pendidik dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gpkalteng.wordpress.com&amp;blog=6975570&amp;post=37&amp;subd=gpkalteng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;" lang="IN">Akhir-akhir ini muncul istilah baru””GENK PEREMPUAN” dikalangan pelajar marak diperbincangkan orang dikalangan lingkungan pendidikan dan media massa lokal dan nasional.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;" lang="IN">Kenapa pelajar melakukan hal<span> </span>yang seperti itu?? .. &amp; ada apa dengan pendidikan kita??..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;" lang="IN">Kebanyakan yang terjadi di dunia pendidikan indonesia terdapat persoalan yang terdapat langsung diantaranya,<strong> pertama</strong> soal beban pelajaran,<strong>kedua</strong> masalah moralitas pendidik dan siswanya, <strong>ketiga</strong> mengenai kesejahteraan bagi tenaga pendidik dan <strong>ke empat </strong>tentang tujuan pendidikan dari keempat persoalan ini secara tidak langsung mempengaruhi level mutu pendidikan. Anggaplah ini sebagai sebuah &#8220;protes&#8221; kecil ketika kita mencoba menilai tentang mutu pendidikan di negeri kita saat ini. Nggak salah kan? Yup, ini merupakan bagian dari sebuah upaya untuk bisa memberikan yang terbaik untuk pendidikan di masa depan. Siapa tahu kan? Semoga saja demikian.</span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-family:Calibri;" lang="IN">Masih belepotan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;" lang="IN"><span> </span><span> </span>Ibarat seorang tukang bangunan amatir, setiap kerjaan yang dibuatnya masih jauh dari sempurna. Untuk merapikan genteng saja, masih berantakan. Memasang keramik untuk lantai aja, masih mencang-mencong dan bergelombang,itu soal bangunan. Kalo pengibaratan itu coba kita terapkan juga dalam bidang pendidikan ini, rasanya semua pihak bisa memahaminya deh. Tentunya termasuk kamu yang masih remaja. Coba aja lihat, beban belajar yang berat bikin anak-anak KO. Buktinya, setiap pelajaran apapun yang disampaikan kepadanya selalu berhasil memantul sempurna, alias nggak ada yang masuk satu pun. Sama halnya dengan pelajaran matematika, kalo nggak ada aplikasinya kayaknya nggak seru deh. Jangan-jangan nanti belajar banyak matematika malah jadi matematika, alias Makin Tekun Makin Tidak Karuan.itu satu hal dari beban pelajaran. Berat memang. Bisa dibayangkan tentunya, dengan materi pelajaran yang super banyak itu bukan malah jadi pinter, tapi mereka justru akhirya jenuh. Emang sih, bagi beberapa siswa yang kecerdasannya di atas rata-rata bisa nyetel. Tapi kan persoalannya, pendidikan bukan hanya untuk mereka yang udah cerdas aja, tapi untuk semua. Tul nggak?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;" lang="IN">Sekarang soal moralitas pendidikan. Mengapa soal ini dibahas juga?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;" lang="IN">Memancing siswa terhadap prilaku jelek contohnya,.. “guru sering menyebutkan ya pacaran bolehlah supaya menambah semangat belajar tetapai jangan sampe’ kebablasan yang seolah2 perbuatan tersebut wajar apabila dilakukan siswa&#8230;apa ngak ada contoh or analogi lain???&#8230;.terusss siapa yang salah..(pengalaman waktu masih sekolah)berbagi gitu..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;" lang="IN">Soal moralitas ini juga nampak banget dalam masalah pendidikan agama. Islam khususnya. Sang guru ngak berusaha untuk menjelaskan bahwa pelajaran itu bukan cuma untuk diketahui, tapi wajib dipahami. Artinya, jangan sampe anak hanya pinter ngapalin dalil, tapi aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari nol. Karena emang nggak dituntut untuk itu. Sholat misalnya, betapa banyak teman-teman yang sebetulnya udah hapal bacaannya, udah hapal gerakannya. Tapi anehnya, sebagian besar dari mereka sholatnya nggak ada yang bener. Ada yang <strong>Kadarkum</strong>, alias Kadang Sadar Kadang Kumat. Artinya, lagi sadar, ya sholat. Kalo lagi kumat, ya kagak. Celakanya lagi, sang guru nggak ngecek sampe ke situ. Harusnya kan ada penekanan, pengarahan, dan bimbingan. Supaya paham tentunya. Jangan cuma teori doang. Tapi kudu didukung dengan praktiknya.</span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;" lang="IN">Akibat lanjutnya, tentu siswa banyak yang memahami Islam hanya sebatas pengetahuan belaka, bukan dijadikan sebagai pemahaman. Betapa banyak siswa yang tawuran tiada henti, udah nggak keitung jumlahnya siswa yang melakukan seks bebas, kita juga prihatin karena tingkat kejahatan meningkat di kalangan pelajar. Inikah hasil dari pendidikan kita selama ini? Rasanya inilah memang jawabannya. Duh, nyesek banget deh. Bener.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;color:#333333;" lang="SV">Pendidikan Perlawanan atau Pendidikan Pencerahan?</span></strong></p>
<p>Maka tidak heran jika kemudian ada sebagian aktivis (sosialis?) yang menyerukan bahwa yang kita butuhkan saat ini sudah bukan lagi “pendidikan”, tetapi “pendidikan perlawanan” (barangkali terinspirasi teori pendidikan radikal Paulo freire). <span style="font-size:12pt;color:#333333;" lang="FI">Suatu proses produksi kesadaran kritis untuk menentang status quo saat ini. Tapi saya pribadi berpendapat (bolehkan bersikap kritis?) bahwa pendidikan bukan sekedar proses menumbuh suburkan kekritisan. Pendidikan, atau tepatnya sekolah, bukanlah semata-mata ditujukan untuk menciptakan antitesis atas realitas rusak yang ada saat ini. Terlebih lagi jika dianggap sebagai bagian dari dialektika historis menuju masyarakat (sosialis?) baru.</span></p>
<p>Bagi saya peran vital pendidikan yang pertama adalah membentuk kesadaran yang paling mendasar pada peserta didik tentang kehidupannya ini. Pendidikan harus mampu secara rasional mengurai simpul besar (<em>uqdatul qubro</em>) yang melingkupi setiap manusia, sehingga ia menjadi paham tentang darimana kehidupan ini berasal, untuk apa ia hidup di dunia ini, serta akan kemana ia setelah kehidupan ini berakhir. <span style="font-size:12pt;color:#333333;" lang="SV">Tentu tidak ada hal lain lagi yang lebih fundamental dibanding permasalahan ini kan?</span></p>
<p>Di atas landasan rasional yang kokoh inilah baru kemudian dibangun system pemikiran yang komprehensif tentang aturan dan solusi permasalahan kehidupan. Inilah pendidikan pencerahan (Anda tidak perlu mengklarifikasi istilah ini dalam ensiklopedi ilmu-ilmu social karena istilah ini hanya kreasi saya saja). Sehingga output yang dihasilkan bukanlah sekedar manusia-manusia yang antikemapanan dan bernafsu atas perubahan. Pendidikan pencerahan, dalam kondisi seperti saat ini, memang juga akan melahirkan energi perubahan. Tetapi semangat perubahan ini muncul bukan semata-mata karena sikap reaktif yang emosional atas kondisi eksternal, seperti anjing yang spontan menggigit ketika ekornya terjepit.</p>
<p>Semangat perubahan yang dialirkan dari pendidikan pencerahan muncul dari kesadaran mendasar peserta didiknya. Ketika ia telah sadar misinya di dunia ini, maka segala fenomena yang ada disekelilingnya akan senantiasa ia cermati dengan standar-sandar yang terpancar dari kesadaran hidupnya yang paling mendasar (baca: aqidah).</p>
<p>Maka jangan heran kalau manusia-manusia yang tercerahkan ini akan tetap menyerukan perubahan manakala manusia-manusia lainnya merasa fine-fine saja dengan kondisi yang ada. Sekali lagi, ini karena mereka bergerak dengan misi, bukan reaksi. Mereka inilah yang mampu mendeteksi kerusakan sebuah sistem, bahkan sebelum sistem tersebut mengeluarkan aroma busuknya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;" lang="IN">Tujuan Pendidikan Islam<br />
Pendidikan Islam yang merupakan upaya sadar, terstruktur, terprogram dan sistematis yang bertujuan untuk membentuk manusia yang : (1) memiliki kepribadian Islam, (2) menguasai tsaqofah Islam, (3) menguasai ilmu pengetahuan (iptek) dan (4) memiliki ketrampilan yang memadai. </span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><strong><span lang="SV">Menuntut Ilmu Adalah Kewajiban</span></strong></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><em><span lang="SV">Mencari Ilmu adalah wajib bagi setiap Muslim</span></em><span lang="SV">. <strong>(HR. Ibnu Adi dan Baihaqi).</strong></span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><span lang="SV">Sabda Rasulullah saw. di atas menggambarkan bahwa umat Muslim adalah umat yang mencintai ilmu pengetahuan. Banyak nash al-Quran maupun Hadis Nabi menyebutkan keutamaan mencari ilmu dan orang-orang yang berilmu. Allah Swt. antara lain berfirman:</span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><em><span lang="SV">Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat</span></em><span lang="SV">. <strong>(TQS al-Mujadalah [58]: 11).</strong></span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><span lang="SV">Nabi saw. juga antara lain bersabda:</span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><em><span lang="SV">Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan jalan baginya menuju surga</span></em><span lang="SV">. <strong>(HR Muslim dan at-Turmudzi).</strong></span><span style="font-family:Calibri;color:#333333;" lang="SV"><br />
<strong>Mari Bergabung Bersama Pendidikan Pencerahan : Sebuah Epilog<br />
(Sekaligus Provokasi).</strong><br />
Lalu di sekolahan mana ada pendidikan pencerahan ini , Bung? Mohon maaf saudara-Saudaraku, karena untuk saat ini barangkali belum ada institusi pendidikan formal yang menyediakan layanan pendidikan pencerahan ini. Di mana-mana pendidikan telah dikebiri dengan alat bernama kurikulum. Tapi jangan kecewa dulu Saudaraku yang rindu akan pencerahan, Anda masih bisa menemukannya saat ini, meski adanya di emper-emper masjid, musala-musala kampus, rumah-rumah binaan, dan tempat-tempat “informal” lainnya untuk menjalankan aktifitas pendidikan. Tetapi sekali lagi jangan kecewa Saudaraku, karena ini hanya sementara saja, sampai suatu saat ketika kita berhasil menggulingkan sistem laknat ini dengan izin-NYA. Takbir !!!<br />
</span><strong></strong></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Calibri;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;" lang="IN"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gpkalteng.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gpkalteng.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gpkalteng.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gpkalteng.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gpkalteng.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gpkalteng.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gpkalteng.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gpkalteng.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gpkalteng.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gpkalteng.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gpkalteng.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gpkalteng.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gpkalteng.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gpkalteng.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gpkalteng.wordpress.com&amp;blog=6975570&amp;post=37&amp;subd=gpkalteng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/04/27/alhamdullilah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89b56e2849d20b251e672489b2d961cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gpkalteng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tradisi Malam Minggu</title>
		<link>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/03/23/tradisi-malam-minggu/</link>
		<comments>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/03/23/tradisi-malam-minggu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 11:35:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gpkalteng</dc:creator>
				<category><![CDATA[remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gpkalteng.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Aduuh, kalo udah ngomongin malam mingguan, seru abis deh. Kayak lagu nya Bang Jamal Mirdad “Malam minggu malam yang panjang, malam yang asik buat pacaran, pacar baru, baru kenalan, kenal di jalan jendral sudirman.” Lain Bang Jamal, lain pula Mas Jikustik. Lagunya yang berlirik, “Malam ini malam minggu, kau menunggu di rumahmu, selamat malam dunia, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gpkalteng.wordpress.com&amp;blog=6975570&amp;post=25&amp;subd=gpkalteng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
</span><!--[if gte vml 1]&gt;                     &lt;![endif]--><span style="font-family:Verdana;">Aduuh</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">, kalo udah ngomongin malam minggu</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">an</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">, seru abis deh. Kayak lagu </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">nya </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Bang Jamal Mirdad “Malam minggu malam yang panjang, malam yang asik buat pacaran, pacar baru, baru kenalan, kenal di jalan jendral sudirman.” Lain Bang Jamal, lain pula Mas Jikustik. Lagunya yang berlirik, “Malam ini malam minggu, kau menunggu di rumahmu, selamat malam dunia, ku siap tuk berpesta, tunggu aku disana, bertemu oh baby, selamat malam dunia, gairahku berpesta, kita lewati malam, berdua oh baby”.</span></p>
<p>Emang ga bisa dipungkiri deh, ada sebuah ikatan antara weekend day alias malam minggu dengan jiwa remaja. Jika ada remaja yang ga hang out pas weekend day, siap-siap deh dijadiin bahan gosip ama tetangga sebelah yang kurang kerjaan. Dari anak jadul alias jaman dulu, ga gaul, ga punya gebetan, jomblo, sampe dianggap dukun, soalnya terus aja bertapa di dalam rumah (emang besok keluar angka berapa mas…togel kali…). Hehehe, nah sobat, biasanya di malam minggu ada aja kegiatan seorang remaja, kalo ga ada kegiatan, ya di ada-adain, supaya keliatan sibuk banget. <span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Dari aktifitas sekedar iseng, jalan-jalan, kumpul bareng teman satu kelas, sampe clubbing hingga pagi. Yang penting, di weekend day ada temen yang bisa diajak untuk jalan. Sepertinya ga seru banget deh kalo sabtu malam minggu hanya dihabisin dengan duduk termenung, apalagi di dalam kamar mandi. Hehehe&#8230;</span></p>
<p>Fenomena Sebuah Malam</p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Fren</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">, malam minggu adalah malam yang sangat dinanti. Apalagi untuk kita yang masih muda. Pengen ke mall-lah, pengen jalan-jalan lah, ngeceng lah, pokoknya udah bejibun kegiatan, ada di pikiran kita. Hanya untuk menghabiskan waktu berakhir pekan. Memang bener, perayaan weekend susah banget dilupain. Dikarenakan auranya yang begitu lekat di jiwa semua orang, khususon yang masih imut dan muda. Tapi kalo yang sudah bermutu atau bermuka tua, nanti dulu yee, ngantri. Nah sobat, feeling yang dekat inilah yang ngebikin suasana malam minggu sepertinya sangat istimewa. Sebut aja deh, kalo kita inget pacar, maka kita pasti ingat weekend day. Malahan tradisinya, jalan-jalan di seluruh kota, dibuat lebih ramai dari hari biasanya. Di seluruh ruas jalan dipadati oleh manusia yang ingin menikmati weekend day. Taman kota yang sepi pengunjung pada hari biasa, mendadak ramai ketika malam minggu tiba. Yang pasti jarang banget di malam minggu jalanan bakal sepi, kecuali pas BBM naik lagi&#8230;.hehe sebel.</span></p>
<p>Ngapain aja seh, di malam minggu? Di id.answer.yahoo.com, buanyak banget remaja yang ngasih masukan, ngapain aja enaknya di malam minggu. Nickname freelho menjawab, “Ya yang asyik, pergi ke warnet, chatting atau cari kenalan baru dong, siapa tahu ada yang cocok.” Gubrak. Sedangkan nickname Bang aji ngasih komen, “Kalo memang merasa jomblo, baeknya cari pasangan / pacar&#8230;, asyik kok berlama-lama di internet.” Eit, udah deh, itu kayaknya udah cukup mewakili temen-temen kita yang lain. So pasti jawabannya ga jauh beda. Iya kan.</p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Fren</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">, kita mungkin ngerasa hepi ketika weekend tiba. Feeling fun kumpul ama teman se-gank, sekelas atau cuma sekedar nongkrong di pinggir jalan. Kita ngerasa kalo hal tersebut menyenangkan, meski kita tahu, detik demi detik umur kita banyak kebuang sia-sia. Ga sedikit lho, temen kita yang ngehabisin waktu, tenaga dan uang untuk sekedar menikmati malam minggu. Bahkan rela puasa seminggu penuh, karena ngempet pengen apel bareng doi. Ati-ati lho fren, rutinitas yang sia-sia di malam minggu bisa jadi, akan bikin kita nyesel di kemudian hari. Apalagi kalo kita udah tua nanti. Sudah banyak sobat, contoh orang-orang yang ketika tua menyesali masa mudanya. Mereka sebelumnya tidak menggunakan waktu dengan seefisien mungkin.<br />
Ehem, ada pepatah Jawa yang bilang, “<strong>Blangkon (topi ala Jawa) iku bendholane nang ngguri, gak nang ngarep.”</strong> <em>Artinya blangkon itu benjolannya di belakang, ga bakal ada di depan.</em> Kalimat tadi itu punya makna, <em>kalo penyesalan ga pernah datang di awal, tetapi selalu datang di akhir.</em> Jadi kalo masa muda kita habisin dengan hura-hura doang, tanpa kera macan, alias kerja keras-main cantik, jangan kaget lho, kalo masa tua kita akan penuh dengan kekecewaan. Ya, ga puas ama masa tua, gara-gara sewaktu muda ga kita gunakan sebaik-baiknya, seperti survei yang udah kita ungkap di atas. Nyesel deh&#8230;</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Fren</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">, Allah SWT udah ngewanti-wanti kita soal manajemen waktu. Kita diperintahkan untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Dan kalo kita membiarkan menit demi menit berlalu begitu saja, bersiaplah untuk menjadi orang-orang yang merugi. Di dunia, lebih-lebih di akhirat. Allah SWT berfirman, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (TQS. Al ’Ashr: 1-3).</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Fren </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Seharusnya, kita sudah mulai berpikir saat ini juga, tentang siapa kita, untuk apa kita di dunia, dan akan kemana kita setelah meninggal nanti. Tentunya ga cukup dengan sekedar menjawab tiga pertanyaan tadi saja. Tapi juga butuh realisasi. Artinya ga cukup, kalo kita hidup di dunia hanya sekedar bersenang-senang aja. Bener sobat, it’s not enough. Kita juga kudu mempersiapkan bekal kita untuk menghadap Allah SWT kelak. Nah, kalo masa muda kita banyak difokusin ke perayaan malam mingguan, mau jadi apa neh di akhirat nanti?</span></p>
<p><strong>Kebahagiaan </strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Yang </span></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Semu<br />
</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Fren</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">, perlu kita ingat juga, kalo selama kita di dunia, Allah SWT udah ngasih kita rizki yang ga bisa dihitung. Mulai dari iman, kesehatan, harta, dll. Pokoknya buanyak deh. Nah, soal nikmat yang sedemikian besar, mau kita apakan se..? </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="FI">Apa mau kita sia-siakan begitu saja, atau malah kita manfaatkan dengan hura-hura semata? </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Semisal harta. Bisa aja berupa uang, perhiasan, HP, komputer dan semacamnya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="FI">Mau kita apakan itu semua? Terkadang kita ngerasa, kalo berbagai harta benda yang kita punya, itu murni hasil kerja keras kita. Eling fren, bukan pekerjaan yang bisa njadikan kita kaya, tapi Allah SWT. Buktinya, banyak lho orang yang ga kerja tapi bisa kaya. Contohnya dapat warisan atau undian berhadiah. Dan banyak juga lho, orang yang kerja tapi ga kaya-kaya, kayak kita neh…hehe.</span></p>
<p>Nah, harta yang ada di sekitar kita itu mau kita belanjakan untuk apa. Kalo harta itu kita gelontorin ke perayaan malam mingguan, semisal pacaran, apel, nonton bioskop, ngeceng dan lain-lain, dijamin, harta kita tadi ga bakal bernilai apa-apa. Alias dapat nilai nol. Apalagi kalo harta yang kita punya tadi dipake untuk perbuatan maksiat pada Allah. Udah ga dapat pahala, beli api neraka. Hy, syerem. Sobat, Allah SWT udah berfirman, “&#8230;Dan janganlah kamu menghabur-hamburkan (hartamu) secara boros.” (TQS. Al-Israa’: 26). Sekiranya, ayat tadi udah cukup memberi wejangan untuk kita supaya bisa ngelola harta kita dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>By the way fren, setelah kita ngebahas soal memanfaatkan waktu dan harta yang kita punya, supaya ga sia-sia. Kembali deh kita ke topik malam mingguan. Nah, sobat, banyak temen kita menganggap kesenangan yang didapat dengan jalan bareng pacar, mojok di taman, atau boncengan ama doi, itu adalah kebahagiaan. Sorry, kita kudu bilang itu semua salah besar. Kenapa? Nah, balik aja ke fondasi ajaran Islam. Soal kebahagiaan, Allah SWT sudah memberikan kejelasan di dalam Al Qur’an. Bukan untuk berfoya-foya, berpacaran ataupun malah free seks. Ih amit-amit. Nah tujuan penciptaan kitalah yang bisa ngantarkan diri ini, ke gerbang kebahagiaan yang hakiki. Sobat, Allah SWT sudah berfirman di dalam Al Qur’an, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada Ku.” (TQS. Adz-Dzariyaat: 56). Sehingga, sebenarnya ga ada alasan yang logis, untuk kita menghabiskan malam minggu dengan tradisi yang ga bener. Dan kita yakin kok, kalo sobat semua kembali bertanya ke hati nurani kita masing-masing, tentunya kita ngerti, kalo budaya malam mingguan yang selama ini ada di sekeliling kita, itu bertentangan dengan Islam. Pastinya bukan pahala yang kita dapat, tapi dosa yang gede banget. <span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Berapa lama sih kesenangan yang kita dapat pas malam mingguan, paling banter 3 sampe 4 jam. Itupun belum ditambah ama macetnya jalan, hehe. Dan bandingin deh ama siksa yang kita dapat nanti di akhirat. Waduh, ga sebanding fren. Nelongso lho.</span></p>
<p>Berpikir Deh, Mulai Sekarang</p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Fren</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">, tahu ga, pada tiap-tiap peristiwa, seperti bergantinya siang dan malam serta penciptaan langit dan bumi, kita sebenarnya diajak oleh Allah untuk berpikir betapa agungnya Allah SWT. Dan betapa kecilnya kita (manusia). Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (TQS. Ali-‘Imron: 190). Nah, kita sebagai seorang manusia yang udah dikasih akal oleh Allah, apalagi sebagai seorang muslim, seharusnya ga akan mungkin melakukan sesuatu tanpa berpikir dulu. Ini benar atau salah. Ini baik atau buruk. Sobat, sudahkah kita mulai berpikir kesana?</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Allah SWT berfiman, “Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu yang Maha Pemurah. Yang Telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang.” (TQS. Al Infithaar: 6-7). Lagi-lagi, sama-sama deh kita ingatkan diri kita, supaya ga berbuat semaunya. Dan mulai saat ini, mencoba memperbaiki pribadi.</span></p>
<p>Jadi <span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Fren</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">, ga ada waktu lagi untuk mengkhususkan malam minggu sebagai malam yang spesial. Apalagi untuk bermaksiat. Malam minggu sebenarnya ga ada bedanya ama malam-malam lainnya. Malam minggu juga sama aja dengan malam Jumat kliwon, hehe. Kita aja yang salah kaprah. Menjadikan hari itu seakan istimewa. Mungkin karena besoknya libur kali ya&#8230;Tapi tetep aja, itu semua bukanlah alasan bagi kita untuk durhaka pada Allah SWT. Coba deh, mulai sekarang, kita rubah tradisi ini. Kalo bisa kita hapus sekalian. Ganti dengan hal-hal lain yang lebih bermakna. Berpahala. Dan membuat diri kita makin cerdas. Coba deh, buat acara pengajian, atau menambah ilmu ke-Islam-an kita, pasti jauh lebih asyik. Sebagai penutup, Rasulullah SAW bersabda, “Sebagian dari kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya.” (Al Hadits). Iya kan. So, hapus tradisi malam mingguan. <strong>Sepakat!!</strong></span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="IN">!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">By : Kang Udhy</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gpkalteng.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gpkalteng.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gpkalteng.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gpkalteng.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gpkalteng.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gpkalteng.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gpkalteng.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gpkalteng.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gpkalteng.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gpkalteng.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gpkalteng.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gpkalteng.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gpkalteng.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gpkalteng.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gpkalteng.wordpress.com&amp;blog=6975570&amp;post=25&amp;subd=gpkalteng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/03/23/tradisi-malam-minggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89b56e2849d20b251e672489b2d961cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gpkalteng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benar-benar pahlawan ngak ya??</title>
		<link>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/03/20/benar-benar-pahlawan-ngak-ya/</link>
		<comments>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/03/20/benar-benar-pahlawan-ngak-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 13:24:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gpkalteng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gpkalteng.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Dari di bangku SD kita dulu sering di suruh menghafal hari –hari bersejarah di negeri ne,salah atunya tanggal 10 Nopember, bangsa Indonesia biasanya suka memperingati momen itu sebagai hari pahlawan. Pahlawan kemerdekaan pembela bangsa dan negara pun dipuja-puja dan disanjung. Bahkan khas negara nasionalis yang suka mengadakan upacara bendera, mengheningkan cipta bagi arwah para pahlawan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gpkalteng.wordpress.com&amp;blog=6975570&amp;post=21&amp;subd=gpkalteng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">
<span lang="IN">Dari di bangku SD kita dulu sering di suruh menghafal hari –hari bersejarah di negeri ne,salah atunya </span>tanggal 10 Nopember, bangsa Indonesia biasanya suka memperingati momen itu sebagai hari pahlawan. <span lang="ES-GT">Pahlawan kemerdekaan pembela bangsa dan negara pun dipuja-puja dan disanjung. Bahkan khas negara nasionalis yang suka mengadakan upacara bendera, mengheningkan cipta bagi arwah para pahlawan juga menjadi menu wajib.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="ES-GT"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:22.7pt;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="ES-GT">Terlepas dari lirik lagu mengheningkan cipta yang nyerempet pemujaan terhadap para pahlawan secara berlebihan, pada faktanya jasa para pahlawan itu diabadikan cuma sebatas monumen dan museum, nggak lebih. Kasihan banget ya? Hmm…</span><span lang="IN">em..em..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="ES-GT"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="ES-GT"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="ES-GT"><br />
<strong>Pahlawan bangsa dipuja</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="ES-GT"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:22.7pt;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="ES-GT">Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Kamu semua pasti pernah dengar ungkapan tersebut ya. Alhasil, penghargaan jasa para pahlawan ini diwujudkan dalam bentuk materi berupa patung, monumen, prasasti dan semacamnya. Semua hal tersebut memberi kesan heroik agar bisa ditiru oleh generasi setelahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="ES-GT"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:22.7pt;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="ES-GT">Upacara tiap hari Senin dan hari-hari besar nasional pun digelar, dalam rangka mengingat jasa para pahlawan dan menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan generasi penerus. Bagi mereka yang mangkir upacara karena satu dan lain alasan, bakal dituduh nggak berjiwa nasionalis en nggak menghargai perjuangan para pahlawan. Tapi sesungguhnya, apakah bisa kesetiaan nasionalisme diukur dari rajin nggaknya seseorang ikut upacara bendera? Nggak banget. Coba deh kamu pikir dan rasa</span><span lang="IN">kan</span><span lang="ES-GT"> dalam-dalam (idih dalam, emangnya gali sumur!)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="ES-GT"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:22.7pt;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="ES-GT">Wajah-wajah para pahlawan dicetak dalam bentuk poster kemudian ditempel di dinding-dinding kelas mulai SD sampai SMA. Dianggapnya dengan cara seperti ini jasa para pahlawan itu sudah terbayar lunas. Padahal faktanya generasi muda kita termasuk kamu-kamu semua belum tentu juga mengenal mereka yang dipajang itu. Kenal saja nggak apalagi meneladani perjuangannya</span><span lang="IN"></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:22.7pt;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="ES-GT">Tidak itu saja, pahlawan juga banyak tuh yang dibuatkan patungnya. Bukannya menghormati dan menghargai, para pahlawan ini riskan dipuja-puja berlebihan sehingga menghilangkan esensi makna kepahlawanan itu sendiri. </span><span lang="FI">Mereka toh tak pernah meminta untuk dipuja dan dipuji sedemikian rupa. Mereka hanya ingin agar perjuangan yang telah dilakukannya diteruskan dengan sebaik-baiknya, bukan malah dinodai dengan menggadaikan negeri.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="FI"><br />
<strong>Pahlawan bangsa dikhianati</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:22.7pt;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="FI">Coba kamu perhatikan bagaimana para pahlawan bangsa ini dikhianati oleh mereka yang mengaku sok nasionalis. Waduh</span><span lang="IN"> duh..duh..aduh</span><span lang="FI">, jangan keburu merinding bulu betis kamu ya, ini bukan soal gawat-gawatan, tapi biar kamu nyadar aja gitu</span><span lang="IN"> Lo&#8230;</span><span lang="FI">. Nyantai aja. Ok?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:22.7pt;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="FI">Perjuangan para pahlawan demi memerdekakan rakyat negeri ini dari penjajahan bangsa asing, penuh dengan pengorbanan darah, harta, airmata bahkan nyawa. Mereka tidak rela harga diri sebagai bangsa dinjak-injak harkat dan martabatnya, sehingga tak ada jalan lain kecuali berjuang. Dan ketika akhirnya perjuangan itu telah membuahkan hasil, ternyata pengkhianat bangsa mengambil alih peranan. Dimulai dari kampanye agar rakyat memilihnya, para pengkhianat ini menggadaikan negeri Indonesia dengan harga murah melalui UU. Di antara UU itu adalah UU migas, UU kelistrikan, dan banyak UU lainnya yang intinya adalah ketundukan terhadap kekuatan asing yang jelas-jelas berniat menjajah Indonesia dalam wajah baru. Nah, lho, kamu kudu ngeh tuh. Jangan cuma ngeh hasil pertandingan sepakbola aja atau hapal lagu-lagu anyar dari seleb idolamu. Catet, yo!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:22.7pt;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="FI">Para pengkhianat ini bersembunyi di balik jas rapi dan berdasi yang kerjanya cuma rapat basa-basi. Sedikit ada peluang untuk memperkaya diri, maka korupsi pun dilakoni. Nggak peduli lagi deh sama rakyat yang mati kelaparan, yang penting keluarga sendiri aman dan sejahtera. Bolehlah sekali-kali terjun ke lapangan berbaur dengan rakyat miskin asal dengan syarat disorot kamera demi keuntungan memperoleh suara bila pemilu datang</span><span lang="IN"> yang bentar lagi dilakoni..</span><span lang="FI">. Halah!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:22.7pt;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="FI">Itulah gambaran Indonesia kini dengan para pejabat yang sok mengaku berjiwa nasionalis dan sok menasihati pentingnya menghargai jasa para pahlawan. Di saat yang sama mereka pula yang menjual bangsa ini pada asing, melakukan korupsi besar-besaran di seluruh lapisan jabatan, menggusur rakyat tak berdaya dan diganti dengan mal-mal modal asing, dll. </span><span lang="SV">Hehehe.. jangan sport jantung dulu dengan gaya tulisan ini ye! Belum maksimal kok. Ini baru narik tali gas dikit aja.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:22.7pt;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="SV">Sungguh kasihan para pahlawan kita, jerih payahnya disalahgunakan oleh para pejabat oportunis itu. Darah dan nyawanya ternyata cuma seharga bangunan fisik gedung-gedung bertingkat atas nama pembangunan. Di manakah rakyat kecil yang dulu selalu dibela oleh para pahlawan itu? Ternyata rakyat yang dicintai oleh para pahlawan itu tinggal di kolong jembatan, berlari-lari dikejar satpol PP, bayi-bayi yang busung lapar, mereka yang tak berdaya dihempas kemiskinan struktural alias tak bisa kaya karena dibuat miskin oleh negara.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="SV"><br />
<strong>Ayo, hargai jasa pahlawan!</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:22.7pt;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="SV">Menghargai jasa pahlawan bukan cuma bisa dilafalkan di mulut atau hanya berbentuk seremonial belaka dengan mengheningkan cipta pada upacara bendera. Menghargai jasa para pahlawan adalah pertama mula meluruskan sejarah bangsa yang banyak dibelokkan demi kepentingan golongan tertentu saja, utamanya sih yang sedang berkuasa pada saat sejarah ditulis. Sudah saatnya kebohongan kepada publik mulai dibongkar dan kebenaran ditunjukkan ujud nyatanya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:22.7pt;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="SV">Bung Tomo dengan suaranya yang menggelegar dan menggugah semangat berjuang arek Suroboyo, tidak semata-mata melakukan itu semua demi membela bangsa dan negara saja. Lebih dari itu, mengusir penjajah dari bumi tempatnya berpijak adalah sebuah kewajiban dan kesadarannya dalam berakidah Islam. Jika bukan karena dorongan Islam, mengapa pula Bung Tomo bersusah-payah memekikkan takbir sebelum menyerang musuh? Tul nggak?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:22.7pt;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="SV">Pahlawan yang lain demikian pula. Mulai dari nama-nama sekaliber Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Teuku Cik Ditiro, Cut Nyak Dien, Pattimura, Sultan Hasanuddin, Fatahillah dll berjuang melawan penjajah bukan semata-mata membela bangsa dan negara. <em>Sejatinya, Islam adalah motivator utama ketika akidah dan syariah yang saat itu menjadi peraturan kesultanan-kesultanan Islam di nusantara, diinjak-injak oleh para imperialis Belanda dan &#8216;balad korawanya&#8217; macam Portugis dan Inggris</em>. Hal inilah yang seringkali disembunyikan dari kita, seolah-olah kesan yang ditimbulkan adalah para pahlawan itu sangat nasionalis sekali perjuangannya. Nggak banget deh!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:22.7pt;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="SV">Pada faktanya, para pahlawan itu tak mengenal istilah nasionalisme ketika itu. Mereka berjuang karena dorongan akidah Islam karena penjajah mulai menginjak-injak harga diri mereka sebagai manusia. Parahnya lagi, para penjajah juga bertugas sebagai misionaris dan berusaha memurtadkan penduduk nusantara yang notabene muslim untuk menjadi Kristen. Jadi, sudah saatnya jalannya sejarah yang nggak bener itu untuk kembali diluruskan. Agar jasa para pahlawan itu akan terlihat jelas sehingga generasi muda mampu menghargainya dengan bingkai sejarah kejujuran.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:22.7pt;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="SV">Langkah kedua untuk menghargai jasa para pahlawan adalah menjalankan roda pemerintahan negeri ini dengan baik dan benar. Baik artinya adalah dikelola oleh mereka yang memang orang baik di bidangnya. Bukan hanya profesional namun juga berahlak mulia sehingga jauh dari niat dan tindakan korupsi ataupun hal-hal yang merugikan rakyat. Benar artinya adalah negeri ini dikelola dengan aturan yang benar. Aturan yang benar ini sudah diberikan panduannya oleh Yang Mahamemiliki Kebenaran berupa syariat Islam dalam segenap aspek kehidupan, bukan cuma kalo mati dan kawinan saja Islam baru dipake.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:22.7pt;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="SV">Langkah selanjutnya adalah menjadikan sejarah itu sebagai cermin untuk melangkah ke depan. Sejarah kelam jangan ditutupi namun jadikan pembelajaran agar jangan terulang. Misal sejarah kelam dihapuskannya kalimat &#8216;dengan menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya&#8217; dari sila pertama Pancasila. Lalu sejarah kelam Tanjung Priok 1984 yaitu dibunuhnya para ulama yang menolak azas tunggal oleh rezim orde baru. Nggak perlu deh ditutup-tutupi lagi karena toh yang namanya bangkai pasti akan tercium juga. </span>Betul ndak?</p>
<p class="MsoNormal">
<p style="text-align:justify;text-indent:22.7pt;margin:0 0 .0001pt;">Hal yang sama berlaku juga dalam sejarah emas Indonesia yaitu berani meluruskan bengkoknya sejarah kebangkitan nasional. Budi Utomo yang jelas-jelas menolak persatuan Indonesia dan menolak pemakaian bahasa Indonesia karena para pimpinannya lebih memilih bahasa Jawa dan Belanda, tidak lagi pantas dijadikan tonggak kebangkitan nasional. <span lang="SV">Syarikat Islam (SI)-lah yang pertama kali menyadarkan pentingnya persatuan nasional melalui Kongres Nasional Central SI di Bandung. Bila pemerintah berani mengambil langkah kejujuran ini, maka so pasti generasi muda kita nggak akan pernah hidup lagi dalam kebohongan sejarah, insya Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="SV"><br />
<strong>Jadilah pahlawan, bukan pengkhianat</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:22.7pt;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="SV">Yup, jangan jadi pengkhianat karena tempat yang pantas buat mereka cuma di neraka. Ih…takut banget kan? Pahlawan bukan cuma sebatas skala nasional, tapi jadilah pahlawan yang lintas batas sebuah bangsa yang sempit. Pahlawan internasional dengan Islam saja yang layak mendapat pengorbanan kita, bukan nusa dan bangsa dalam bingkai nasionalisme. Bila Islam yang kita bela, sudah tentu nusa dan bangsa termasuk di dalamnya. Tapi bila membela nusa dan bangsa, belum tentu kita masuk surga karena sungguh Rasulullah melarang kita untuk terpecah-pecah karena kesukuan dan kebangsaan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:22.7pt;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="SV">Muslim di Malaysia, di China, Amerika, Arab, Inggris, Palestina, di mana pun mereka berada, mereka adalah saudara kita. Jangan sampai kita menjadi pahlawan bangsa dengan membunuh saudara seiman, <em>naudzhubillah</em>. Jadi tak ada gunanya bertengkar karena hal sepele dengan negara tetangga seperti masalah perbatasan atau kesenian. Musuh sebenarnya kita adalah kapitalisme yang diemban oleh Amerika dan sekutunya untuk dipaksakan pada kita. Bila kita lengah dan menjadi pengikutnya, maka sungguh kita telah menjadi pengkhianat sejati. Pengkhianat bagi negeri, rakyat sendiri, hati nurani, dan tentunya mengkhianati Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:22.7pt;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="FI">Semua ada di tangan kita untuk memilih, akan menjadi pahlawan ataukah pengkhianat? Dan semua perbuatan sudah pasti akan ada pertanggungjawaban masing-masing.<em>So</em>, tancapkan dalam hatimu bahwa kita adalah generasi baru yang akan menghargai jasa pahlawan tidak sebatas simbol saja, tapi dalam tataran nyata dengan Islam saja sebagai pedoman hidup bernegara bagi seluruh kaum muslimin. </span>Bagaimana, setuju kan? <span lang="IN">Ayo semangat uantuk memperjuangkan islam untuk diterapkan lagi untuk menjadi landasan hidup seluruh umat manusia!!!</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="IN">ALLAH HU AKBAR&#8230;3X.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="IN"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="IN"> By : Budhy</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:22.7pt;margin:0 0 .0001pt;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gpkalteng.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gpkalteng.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gpkalteng.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gpkalteng.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gpkalteng.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gpkalteng.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gpkalteng.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gpkalteng.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gpkalteng.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gpkalteng.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gpkalteng.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gpkalteng.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gpkalteng.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gpkalteng.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gpkalteng.wordpress.com&amp;blog=6975570&amp;post=21&amp;subd=gpkalteng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/03/20/benar-benar-pahlawan-ngak-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89b56e2849d20b251e672489b2d961cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gpkalteng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MANUSIA Or HEWAN</title>
		<link>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/03/20/manusia-or-hewan/</link>
		<comments>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/03/20/manusia-or-hewan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 13:14:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gpkalteng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gpkalteng.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Kebanyakan manusia di dunia ini berprilaku seperti halnya HEWAN. Mereka hidup secara bebas, semaunya, seenaknya, tidak mau diatur oleh siapa pun. Mereka memperturutkan hawa nafsu &#38; logikanya, melupakan hukum dan aturan Allah SWT,eh..mlah membuat aturan sendiri &#38; otomhatis buanyak yang mempermainkannya kayak main bola Sepak... Jika mereka makan dan minum, mereka tidak peduli mana makanan/minuman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gpkalteng.wordpress.com&amp;blog=6975570&amp;post=18&amp;subd=gpkalteng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Kebanyakan manusia di dunia ini ber</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN">prilaku</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;"> seperti </span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN">halnya HEWAN</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">. Mereka hidup secara bebas, semaunya, seenaknya, tidak mau diatur</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN"> oleh siapa pun</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">. Mereka memperturutkan hawa nafsu</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN"> &amp; logika</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">nya, melupakan hukum dan aturan Allah SWT</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN">,eh..mlah membuat aturan sendiri &amp; otomhatis buanyak yang mempermainkannya kayak main bola Sepak..</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">. Jika mereka makan dan minum, mereka tidak peduli mana makanan/minuman yang halal</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN"> dan yang Haram</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">.Jika mereka berhubungan seksual, mereka tidak malu melakukannya dengan siapa saja. Jika mereka mencari rezeki, mereka tidak ragu melakukan kejahatan</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;"><span> </span>seperti </span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN">janji-janji aja realisasinya NOL besar,</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">mencuri, korupsi dan kolusi</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN"> dll masih buanyak contohnya..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Jika mereka orang kuat; misalnya presiden, menteri, anggota DPR, gubernur, bupati, camat, lurah, mereka tidak membela rakyatnya yang lemah, malah menindasnya</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN">,lupa janji dan yang menjadikan orang2 tersebut bisa menduduki jabatan tersebut</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">. Jika mereka orang kaya, orang terkenal, mereka lupa terhadap orang miskin</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN"> disekitarnya</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">. Jika mereka orang pintar, orang terhormat, orang kota, mereka melecehkan dan menghinakan orang bodoh, orang miskin dan orang </span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Desa</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">.</span></p>
<p style="text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN"> </span></p>
<p style="text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB">Dalam komunitas hewan, yang kuat biasanya yang menjajah, menguasai dan mengontrol yang lemah</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN">(makanya ada yang namanya Raja Hutan.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="EN-GB"> Dalam komunitas manusia</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN"> yang di kasih otak yang sempurna </span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;color:windowtext;" lang="EN-GB">Perlombaan untuk sejahtera, makmur, dan mulia sebagai penghuni paling berhasil di dunia ini terus berlanjut. Bahkan dengan dalih mengamankan diri, kelompoknya, dan negaranya mereka belomba menciptakan senjata. Ini sudah berlangsung sejak</span><em><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;color:windowtext;" lang="EN-GB"> </span></em><em><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;color:windowtext;font-style:normal;" lang="IN">jaman dulue </span></em><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;color:windowtext;" lang="EN-GB">sampe sekarang. Beragam senjata berhasil diciptakan dengan perkembangan daya bunuh yang makin dahsyat. Panah yang di jaman baheula adalah senjata paling oke, sekarang sudah digantikan dengan rudal berdaya jelajah tinggi. Bahkan ada yang sanggup menempuh perjalan dari darat ke darat antar benua. Belum lagi senjata kimia dan biologi. Subhanallah</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;color:windowtext;" lang="IN">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN">Tetapi apa??</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;"><span> </span>Lihat saja negara Dajjal Amerika Serikat. Karena negara itu </span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN">dengan ke</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">kuat</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN">annya</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">; punya tentara banyak, senjata canggih, teknologi modern, mereka menjajah, menguasai dan mengontrol negara </span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN">orang lain,</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;"> atas nama operasi pembebasan rakyat Irak dari kejahatan rejim Saddam Hussein, mereka mancaplok Irak, tanah kaum muslimin. Bukan hanya menyingkirkan Saddam, tapi tujuan mulia mereka adalah untuk mengeruk semua potensi yang dimiliki negeri Irak, terutama minyak. Untuk apalagi kalo bukan untuk menumpuk harta kekayaan sebagai cadangan kebutuhan negeri Paman Sam di masa depan. Maklum, dalam 10 tahun atau 20 tahun ke depan, Amrik bakalan kesulitan dalam masalah energi. Jadi, minyaklah satu-satunya yuang bisa memenuhi kebutuhan hidup rakyat Amrik. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN">tidak jauh beda nasip negara timur tengah yang lainnya </span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Afghanistan, dan lainnya. Negara Israel juga. Negara itu menjajah, menguasai dan mengontrol Palestina</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN"> apalagi yang beberapa bulan yang lalu menghancurkan jalur Gaza.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">. Apakah cara mendapatkannya terpuji atau tercela, nggak jadi soal. Karena bergantung ideologi masing-masing. Gaswat!</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Apa akibatnya kalau manusia sudah bertingkah laku seperti hewan? Jawabannya adalah kerusakan dan kehancuran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Tentang manusia yang seperti hewan, Allah SWT berfirman didalam Al Qur’an surat <strong><em>Al A’raf (7) ayat 179</em></strong> yang artinya: <em>Dan sesungguhnya kami jadikan untuk isi neraka jahannam itu kebanyakan dari jin dan manusia, mereka memiliki qulub, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayatAllah), mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat (kebenaran dan kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayatAllah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">Ahli tafsir Imam Ibnu Katsir memaknai ayat tadi dengan menyatakan bahwa Allah SWT menyediakan jahannam bagi manusia yang melakukan perbuatan-perbuatan penghuni jahannam. Mereka demikian dikarenakan alat indera yang sebenarnya telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai jalan datangnya hidayah tersebut tidak bermanfaat bagi mereka. Sebab, mereka itu buta, tuli, dan bisu dari mengikuti petunjuk dari Allah SWT. Mereka yang tidak mendengarkan dan mengikuti kebenaran dan petunjuk (Islam) laksana hewan berjalan yang alat-alat inderanya tadi tidak bermanfaat sedikitpun kecuali untuk perkara-perkara yang diperlukannya secara lahiriyah di dunia. Mereka ketika diseru untuk beriman tidak mengindahkannya. Persis seperti hewan ketika diseru oleh penggembalanya hanya menyahut dengan suaranya saja tanpa memahami makna seruan si penggembalanya tersebut. Bahkan, mereka lebih sesat dari binatang. Binatang diciptakan Allah SWT untuk dipergunakan manusia demi kepentingannya, dan hewan memenuhinya. Sedangkan manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah, namun manusia malaj kufur kepada-Nya.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN"></span></p>
<p style="text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;color:windowtext;" lang="IN"> </span></p>
<p style="text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;color:windowtext;" lang="EN-GB">Pengen hidup </span><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;color:windowtext;" lang="IN">tidak</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;color:windowtext;" lang="IN"> seperti hewan?</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;color:windowtext;" lang="EN-GB">? Mari kita contoh Rasulullah dan para sahabat yang telah memberikan kemuliaan saat menerapkan Islam sebagai ideologi negara</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;color:windowtext;" lang="IN">.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;color:windowtext;" lang="EN-GB"> Pemuda</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;color:windowtext;" lang="IN">-pemuda</span><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;color:windowtext;" lang="EN-GB"> Islam, pantang menyerah dong. Kaji terus Islam, dan rapatkan barisan. Ayo bangkit, dan tetep semangat!?</span></p>
<p style="text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;color:windowtext;" lang="IN"> </span></p>
<p style="text-indent:36pt;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;color:windowtext;" lang="IN">By:<span> </span>Budhy W.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;" lang="IN"> </span></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gpkalteng.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gpkalteng.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gpkalteng.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gpkalteng.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gpkalteng.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gpkalteng.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gpkalteng.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gpkalteng.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gpkalteng.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gpkalteng.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gpkalteng.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gpkalteng.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gpkalteng.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gpkalteng.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gpkalteng.wordpress.com&amp;blog=6975570&amp;post=18&amp;subd=gpkalteng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/03/20/manusia-or-hewan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89b56e2849d20b251e672489b2d961cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gpkalteng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna Kelahiran Muhammad saw.</title>
		<link>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/03/16/makna-kelahiran-muhammad-saw/</link>
		<comments>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/03/16/makna-kelahiran-muhammad-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 09:54:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gpkalteng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nafsiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gpkalteng.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Kelahiran Muhammad saw. tentu tidaklah bermakna apa-apa seandainya beliau tidak diangkat sebagai nabi dan rasul Allah, yang bertugas untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada umat manusia agar mereka mau diatur dengan aturan apa saja yang telah diwahyukan-Nya kepada Nabi-Nya itu. Karena itu, Peringatan Maulid Nabi saw. pun tidak akan bermakna apa-apa—selain sebagai aktivitas ritual dan rutinitas belaka—jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gpkalteng.wordpress.com&amp;blog=6975570&amp;post=16&amp;subd=gpkalteng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kelahiran Muhammad saw. tentu tidaklah bermakna apa-apa seandainya beliau tidak diangkat sebagai nabi dan rasul Allah, yang bertugas untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada umat manusia agar mereka mau diatur dengan aturan apa saja yang telah diwahyukan-Nya kepada Nabi-Nya itu. Karena itu, Peringatan Maulid Nabi saw. pun tidak akan bermakna apa-apa—selain sebagai aktivitas ritual dan rutinitas belaka—jika kaum Muslim tidak mau diatur oleh wahyu Allah, yakni al-Quran dan as-Sunnah, yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad saw. ke tengah-tengah mereka. Padahal, Allah Swt. telah berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;">وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Apa saja yang diberikan Rasul kepada kalian, terimalah; apa saja yang dilarangnya atas kalian, tinggalkanlah.<span> </span>(QS al-Hasyr [59]: 7).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Lebih dari itu, pengagungan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad saw., sejatinya<span> </span>merupakan perwujudan kecintaan kepada Allah, karena Muhammad saw. adalah kekasih-Nya. Jika memang demikian kenyataannya maka kaum Muslim wajib mengikuti sekaligus meneladani Nabi Muhammad saw. dalam seluruh aspek kehidupannya, bukan sekadar dalam aspek ibadah ritual dan akhlaknya saja. Allah Swt. berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;">قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Katakanlah, “Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku.” (QS Ali Imran [3]: 31).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dalam ayat di atas, frasa fattabi‘ûnî (ikutilah aku) bermakna umum, karena memang tidak ada indikasi adanya pengkhususan (takhshîsh), pembatasan (taqyîd), atau penekanan (tahsyîr) hanya pada aspek-aspek tertentu yang dipraktikkan Nabi saw. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Di samping itu, Allah Swt. juga berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;">وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sesungguhnya engkau berada di atas khuluq yang agung. (QS al-Qalam [68]: 4).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Di dalam tafsirnya, Imam Jalalin menyatakan bahwa kata khuluq dalam ayat di atas bermakna dîn (agama, jalan hidup) (Lihat: Jalalain, Tafsîr Jalâlayn, 1/758). Dengan demikian, ayat di atas bisa dimaknai: Sesungguhnya engkau berada di atas agama/jalan hidup yang agung. Tegasnya, menurut Imam Ibn Katsir, dengan mengutip pendapat Ibn Abbas, ayat itu bermakna: Sesungguhnya engkau berada di atas agama/jalan hidup yang agung, yakni Islam (Lihat: Ibn Katsir, Tafsîr Ibn Katsîr, 4/403). Ibn Katsir lalu mengaitkan ayat ini dengan sebuah hadis yang meriwayatkan bahwa Aisyah istri Nabi saw. pernah ditanya oleh Sa’ad bin Hisyam mengenai akhlak Nabi saw. Aisyah lalu menjawab:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl"><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;">كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sesungguhnya akhlaknya adalah al-Quran. (HR Ahmad).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dengan demikian, berdasarkan ayat al-Quran dan hadis penuturan Aisyah di atas, dapat disimpulkan bahwa meneladani Nabi Muhammad saw. hakikatnya adalah dengan cara<span> </span>mengamalkan seluruh isi al-Quran, yang tidak hanya menyangkut ibadah ritual dan akhlak saja, tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Artinya, kaum Muslim dituntut untuk mengikuti dan meneladani Nabi Muhammad saw. dalam seluruh perilakunya:<span> </span>mulai dari akidah dan ibadahnya; makanan/minuman, pakaian, dan akhlaknya; hingga berbagai muamalah yang dilakukannya seperti dalam bidang<span> </span>ekonomi, sosial, politik, pendidikan, hukum, dan pemerintahan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Rasulullah saw. sendiri tidak hanya mengajari kita bagaimana mengucapkan syahadat serta melaksanakan shalat, shaum, zakat, dan haji secara benar; tetapi juga mengajarkan bagaimana mencari nafkah, melakukan transaksi ekonomi, menjalani kehidupan sosial, menjalankan pendidikan, melaksanakan aktivitas politik (pengaturan masyarakat), menerapkan sanksi-sanksi hukum (‘uqûbat) bagi pelaku kriminal, dan mengatur pemerintahan/negara secara benar. Lalu, apakah memang Rasulullah saw. hanya layak diikuti dan diteladani dalam masalah ibadah ritual dan akhlaknya saja, tidak dalam perkara-perkara lainnya? Tentu saja tidak! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jika demikian, mengapa saat ini kita tidak mau meninggalkan riba dan transaksi-transaksi batil yang dibuat oleh sistem Kapitalisme sekular; tidak mau mengatur urusan sosial dengan aturan Islam; tidak mau menjalankan pendidikan dan politik Islam; tidak mau menerapkan sanksi-sanksi hukum Islam (seperti qishâsh, potong tangan bagi pencuri, rajam bagi pezina, cambuk bagi pemabuk, hukuman mati bagi yang murtad, dll); juga tidak mau mengatur pemerintahan/negara dengan aturan-aturan Islam? Bukankah semua itu justru pernah dipraktikan oleh Rasulullah saw. selama bertahun-tahun di Madinah dalam kedudukannya sebagai kepala Negara Islam (Daulah Islamiyah)? <em>(Arif B)</em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gpkalteng.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gpkalteng.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gpkalteng.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gpkalteng.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gpkalteng.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gpkalteng.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gpkalteng.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gpkalteng.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gpkalteng.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gpkalteng.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gpkalteng.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gpkalteng.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gpkalteng.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gpkalteng.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gpkalteng.wordpress.com&amp;blog=6975570&amp;post=16&amp;subd=gpkalteng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/03/16/makna-kelahiran-muhammad-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89b56e2849d20b251e672489b2d961cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gpkalteng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UU BHP, WUJUD NYATA KEZHALIMAN PENGUASA</title>
		<link>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/03/16/uu-bhp-wujud-nyata-kezhaliman-penguasa/</link>
		<comments>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/03/16/uu-bhp-wujud-nyata-kezhaliman-penguasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 09:49:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gpkalteng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gpkalteng.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Sukamto *) Rabu, 17 Desember 2008, menjadi momentum bersejarah bagi dunia pendidikan di Indonesia. Draft Rancangan Undang–Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP) yang telah mengalami revisi berkali-kali digolkan menjadi Undang–Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP). Para “wakil rakyat” (sekali lagi saya tuliskan “wakil rakyat”) yang terhormat dengan penuh semangat mengesahkan RUU BHP menjadi UU [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gpkalteng.wordpress.com&amp;blog=6975570&amp;post=14&amp;subd=gpkalteng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:200%;" align="center"><em>Oleh:</em> <strong><span style="background:black none repeat scroll 0;color:white;">Sukamto *)</span><span style="color:white;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Rabu, 17 Desember 2008, menjadi momentum bersejarah bagi dunia pendidikan di Indonesia. Draft Rancangan Undang–Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP) yang telah mengalami revisi berkali-kali digolkan menjadi Undang–Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP). Para “wakil rakyat” (sekali lagi saya tuliskan “wakil rakyat”) yang terhormat dengan penuh semangat mengesahkan RUU BHP menjadi UU BHP. Keesokan harinya, dapat dikatakan hampir seluruh media massa nasional, baik cetak maupun elektronik pun mengekspose “prestasi gemilang” para “wakil rakyat” ini. Tengoklah lembaran Detikcom, SINDO, Suara Karya dan beberapa media massa cetak yang lain. Begitu juga di beberapa media massa elektronik lainya. Ya… sebuah “prestasi gemilang” “wakil rakyat” yang akan selalu dikenang oleh rakyat, khususnya mahasiswa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Ironis memang, RUU BHP yang selama ini menjadi momok di kalangan mahasiswa, yang notabenenya sebagai komunitas sekaligus pranata sosial di tengah-tengah masyarakat yang secara langsung dapat merasakan dan bersinggungan dengan dampak buruk dari BHMN-isasi 7 kampus negeri yang menjadi <em>pilot project</em> kampus BHMN, dengan begitu mudah disyahkan, tanpa mendengarkan sedikitpun teriakan mahasiswa. Wahai wakil rakyat, di mana hati nuranimu? Pantaskah kalian menjadi wakil kami, sementara urusan kami tidak kalian perhatikan?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Sejak awal, digulirkannya RUU BHP telah banyak menuai kontroversi, kecaman darn protes dari pihak-pihak yang kontra dengan RUU ini, yang secara kuantitas tentunya sangat jauh lebih banyak dari pada pihak-pihak yang pro dengan RUU ini. Berbagai upaya penyadaran pun dilakukan oleh elemen-elemen masyarakat yang peduli dengan buram dan akan bertambah buramnya potret pendidikan di negeri ini, mulai dari seminar, talk show, aksi turun ke jalan dll, hingga aksi anarkis mahasiswa. Pada H-1 pengesahan UU BHP pun masih ada mahasiswa yang melakukan aksi, misalnya di Makasar, ratusan mahasiswa UNHAS melakukan aksi menolak rencana pengasahan RUU BHP menjadi UU BHP. <span lang="SV">Begitu juga, tepat pada hari H, sekitar 20 mahasiswa UI dan ITB mendesak masuk ruang sidang paripurna. Mereka mengkhawatirkan pengesahan UU BHP akan mereduksi peran pemerintah dalam pendanaan pendidikan atau dengan kata lain pemerintah akan lepas tangan terhadap dunia pendidikan secara perlahan-lahan. Mereka juga menegaskan bahwa pengesahan RUU BHP adalah sebagai bukti yang jelas bahwa para wakil rakyat telah mengkhianati mahasiswa. Tapi, ternyata teriakan mahasiswa itu tiada artinya, Pak Muhaimin dengan tanpa ragu “mengetok palu” tanda syahnya UU BHP. Kemudian, 50 anggota dewan yang lain pun ikut meng’amin’kan. Sekali lagi patut kita pertanyakan, di manakah eksistensi para anggota dewan yang mengatakan dirinya sebagai wakil rakyat? Apakah telinga mereka sudah tidak bisa mendengarkan teriakan ribuan mahasiswa yang ada di dalam dan di luar ruangan sidang paripurna? Pantas sekiranya penulis mengajak Anda yang merasa sebagai wakil rakyat untuk merenungkan lantunan lagu Iwan Fals berikut ini. <em>“…..Di hati dan lidahmu kami berharap, suara kami tolong dengar lalu sampaikan, jangan ragu jangan takut karang menghadang, bicaralah yang lantang jangan hanya diam. Di kantong safarimu kami titipkan, masa depan kami dan negeri ini, dari Sabang sampai Merauke…&#8230;” </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Padahal, sikap keberatan terhadap RUU BHP yang sudah disyahkan tidak hanya disuarakan oleh Mahasiswa. Ketua Forum Rektor Indonesia Edy Suandi Hamid melihat ada beberapa substansi dalam isi undang-undang yang harus dihilangkan, misalnya kemungkinan terjadinya komersialisasi pendidikan. Edy juga mengkhawatirkan lepas tangan pemerintah, ketika pemodal asing sudah mulai bermain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Sangat disayangkan, apa yang menjadi tuntutan mahasiswa <em>bak anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.</em> <span lang="SV">Aksi demo oleh kalangan mahasiswa ditanggapi datar-datar saja oleh banyak kalangan. Seperti pernyataan Dirjen Dikti, Fasli Jalal, menurutnya aksi demo mahasiswa adalah merupakan hal yang wajar di tengah <em>euphoria</em> demokrasi. “Saya sudah berbicara dengan 3 mahasiswa dari ITB, tampaknya mereka mengerti bahwa UU BHP perlu untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia,” imbuhnya. Ini tentu saja sangat tidak objektif, ribuan mahasiswa yang menolak RUU BHP dan itu tidak hanya terjadi sekali atau dua kali saja, tetapi puluhan bahkan ratusan kali sejak pemberlakuan status BHMN terhadap 7 kampus <em>pilot project</em> dan sejak digulirkannya RUU BHP diabaikan begitu saja. Kemudian, pada saat yang bersamaan 3 mahasiswa yang setuju dijadikan sebagai pembenaran. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span lang="SV">Satu hal lagi yang perlu kita kritisi bersama, bisa jadi mahasiswa yang <em>enjoy</em> dan tidak peduli dengan RUU BHP ini karena mereka tidak mengetahui sama sekali tentang RUU BHP, ini bisa karena tidak mau mencari tahu, atau karena tidak ada sosialisasi sama sekali. Hal yang kedua inilah, yang secara langsung dirasakan di tempat penulis menempuh studi. Ini sangat berbeda dengan apa yang dinyatakan oleh anggota Komisi X dari Fraksi Partai Democrat Nurul Qomar. Ia mengatakan, “sebelum disyahkan, RUU BHP telah disosialisasikan ke perguruan tinggi, forum rektor pun mendukung, semua menerima dan kondusif. Memang, ada beberapa hal yang menjadi persoalan, tapi sudah diakomodasi,” tegasnya. Kalaupun demikian, masalahnya adalah apakah sosialisasi itu benar-benar sampai kepada mahasiswa yang nantinya akan menjadi objek langsung dari penerapan UU BHP? Atau malah sengaja disembunyikan dan ditutup-tutupi? Pantaslah sekiranya kalau hal ini masih menjadi keraguan Forum Rektor Indonersia sebagaimana dinyatakan di atas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span lang="SV">Menurut Aan Rohanah, Anggota panitia kerja RUU BHP Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, dalam penyelenggaraan pendidikan dasar, BHP telah mengatur bahwa pendidikan dasar bebas dari pungutan. “Bahkan kami bercita-cita agar pendidikan menengah dan pendidikan tinggi yang dikelola oleh BHPD dan BHPP dijamin 100% pendanaannya oleh negara. Karena dalam RUU ini, komitmen tersebut bukan suatu hal yang mustahil untuk direalisasikan,” ujarnya. Pernyataan ini, dan beberapa pernyataan yang senada yang dilontarkan oleh para elit politik yang mengatasnamakan wakil rakyat terlihat cenderung lebih teoritis ketimbang empiris. Secara teori, kebijakan-kebijakan pemerintah akan menghasilkan institusi yang lebih berkualitas, berdaya saing tinggi dan relevan dengan perkembangan dunia. Namun, empirisnya sangat jauh dari yang ingin dicapai. Contoh nyata adalah penerapan BHMN, apalagi dengan disyahkannya UU BHP ini. DI IPB Bogor, dibangun beberapa mall di dalam kampus. Universitas Gadjah Mada (UGM) pada bulan Juli 2008 lalu berencana menerbitkan reksadana <strong><span style="font-weight:normal;">UGM Fund</span> </strong>dengan bekerjsama dengan PT Lautandhana Investment Management (LIM). Selain itu, melambungnya biaya pendidikan di 7 kampus <em>pilot project </em>BHMN juga menjadi konsekuensi logis yang jelas telah terjadi di depan mata kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span lang="SV">Fakta di atas menunjukkan betapa jelasnya nuansa kapitalisasi pendidikan. Sungguh suatu keanehan jika sebuah universitas negeri menerbitkan reksadana untuk menghimpun pembiayaan universitas sebagaimana yang dilakukan UGM. Universitas yang seharusnya fokus dalam kegiatan akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat, serta mengontrol dan mengkritisi kebijakan negara yang menyimpang justru menjadi badan usaha yang mencari laba. Universitas yang seharusnya memberikan sumbangan pemikiran/konsep bagi perbaikan kehidupan bernegara dan bermasyarakat malah menjadi pelaku bisnis. Universitas juga seharusnya menjadi penggerak penolakan liberalisasi ekonomi, sumber daya alam, dan liberalisasi pendidikan, serta subsidi perbankan oleh negara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span lang="SV">Pasal 33 ayat 2 tentang tugas dan wewenang organ pengelola pendidikan tinggi salah satunya adalah menyusun dan menetapkan kebijakan akademik bersama dengan organ representasi pendidik. Pada penjelasan RUU BHP disebutkan bahwa yang dimaksud dengan kebijakan akademik antara lain meliputi kebijakan tentang kurikulum dan pembelajaran. Terdapat beberapa hal yang perlu dikritisi dari hal tersebut. Salah satunya adalah sejauh manakah kewenangan organ pengelola pendidikan dan organ representasi pendidik dalam menetapkan kebijakan akademik termasuk kurikulum? Apakah kurikulum tesebut benar-benar bebas disusun sesuai dengan kebutuhan dan keinginan organ tersebut, ataukan ada koridor-koridor dasar yang ditentukan Pemerintah dalam menetapkan kurikulum? Misalnya, pasal 19 ayat 2 dan 3, bagaimana dampak dari 2/3 pemegang kebijakan justru berasal dari luar kalangan akademisi yang memahami secara detail dan mendasar mengenai keberlangsungan proses pendidikan? Disini terlihat ketidakjelasan otonomisasi kurikulum dalam BHP.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span lang="SV">Pada pasal 41 RUU BHP yang mengatur mengenai pendanaan institusi pendidikan berbentuk BHP, terdapat beberapa ketidakjelasan pada masalah pendanaan tersebut, baik pada pendidikan menengah maupun pendidikan tinggi (ayat 4, 6, 7, 8 dan 9). Ketidakjelasan ini berupa proporsi pemerintah dan BHPP yang belum eksplisit ditentukan serta bagaimana BHPP memenuhi sisa biaya di luar tanggung jawab pemerintah. Ketidakjelasan ini merupakan hal yang krusial karena kaitannya dengan kemampuan institusi pendidikan untuk bertahan dan keberlangsungan pengelolaan pendidikan itu sendiri. Di sini terlihat reduksi peran pemerintah dalam pendanaan BHP.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span lang="SV">Selain itu, bentuk BHP memungkinkan suatu institusi pendidikan untuk mengalami pembubaran yang diantaranya disebabkan adanya pailit (pasal 57). Sangat jelas terlihat, bahwa BHP menjadikan institusi pendidikan tak ubahnya dengan perusahaan pada umumnya yaitu ketika terjadi defisit anggaran, institusi tersebut dapat dinyatakan pailit dan bubar. Mengingat pendidikan merupakan hal pokok yang menentukan kualitas SDM bangsa dan dengan sendirinya juga berpengaruh terhadap kemajuan-kemunduran bangsa ini, maka seharusnya pembubaran (kepailitan) adalah hal yang tidak boleh terjadi pada suatu institusi pendidikan di suatu negara. Tapi, UU ini memposisikan pendidikan sebagai bahan taruhan, yang sewaktu-waktu bisa dibubarkan ketika mengalami kepailitan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span lang="SV">Walau bagaimanapun juga, <em>neo imperialisme</em> yang menjadi metode penjajahan gaya baru ideologi Kapitalisme adalah satu-satunya <em>biang rese</em> atas segala permasalahan di negeri ini, termasuk bidang pendidikan. Barat melalui IMF, Bank Dunia, ADB, dan USAID bekerjasama melalukan program penyesuaian struktural di Indonesia salah satunya adalah menghapus subsidi dari APBN. Dengan program ini, maka pembiayaan perguruan tinggi negeri yang selama ini ditanggung negara harus dihapuskan dan perguruan tinggi harus dikelola seperti pengelolaan sebuah perusahaan komersial yang berorientasi laba. Untuk mengurangi benturan dengan masyarakat, maka diciptakan istilah-istilah yang menyesatkan seperti <strong><span style="font-weight:normal;">membangun kemandirian</span></strong><strong>, </strong><strong><span style="font-weight:normal;">transparansi</span></strong><strong> </strong>dan <strong><span style="font-weight:normal;">akuntabilitas</span></strong><strong>.</strong> Jadi istilah agar kampus mandiri merupakan istilah yang menyesatkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span lang="SV">Kapitalisasi kampus dari segala lini ini sangat menyedihkan rakyat dan seharusnya menjadi tamparan yang sangat memalukan bagi perguruan tinggi di Indonesia. Inilah bukti negeri kaya sumber daya alam tapi miskin, penduduknya sedang mengalami penjajahan. Melalui penjajahan <em>mindset</em>, pola pikir rakyat Indonesia khususnya kalangan elit politik, pengusaha, dan kaum terdidik diubah pemahamannya menjadi sekuler dan kapitalis sehingga penjajah dari negara-negara Kapitalis dan penjajah yang bernama investor dapat dengan mudah menguras harta kekayaan dan mengeksploitasi rakyat Indonesia. Karenanya bukan kemandirian kampus yang harus dibangun tetapi mandirikan negara Indonesia dari penjajahan dan campur tangan asing. Konsep dan metode untuk membangun kemandirian Indonesia hanya dapat diperoleh di dalam Islam yakni dalam sistem Khilafah, bukan Kapitalisme. Wallahua’lam&#8230;..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><em><span lang="SV">*) Aktivis Gema Pembebasan Daerah Kal-Teng</span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gpkalteng.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gpkalteng.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gpkalteng.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gpkalteng.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gpkalteng.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gpkalteng.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gpkalteng.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gpkalteng.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gpkalteng.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gpkalteng.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gpkalteng.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gpkalteng.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gpkalteng.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gpkalteng.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gpkalteng.wordpress.com&amp;blog=6975570&amp;post=14&amp;subd=gpkalteng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/03/16/uu-bhp-wujud-nyata-kezhaliman-penguasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89b56e2849d20b251e672489b2d961cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gpkalteng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/03/16/hello-world/</link>
		<comments>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/03/16/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 08:51:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gpkalteng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gpkalteng.wordpress.com&amp;blog=6975570&amp;post=1&amp;subd=gpkalteng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gpkalteng.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gpkalteng.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gpkalteng.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gpkalteng.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gpkalteng.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gpkalteng.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gpkalteng.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gpkalteng.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gpkalteng.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gpkalteng.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gpkalteng.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gpkalteng.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gpkalteng.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gpkalteng.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gpkalteng.wordpress.com&amp;blog=6975570&amp;post=1&amp;subd=gpkalteng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gpkalteng.wordpress.com/2009/03/16/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89b56e2849d20b251e672489b2d961cf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gpkalteng</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
